![]() |
astakajambi.com |
astakajambi.com,- Wakil Wali Kota Jambi, Diza Aljosha Hazrin, meninjau langsung kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Jambi akibat meningkatnya ketinggian air Sungai Batanghari. Pada Jumat (14/03/2025), tinggi muka air sungai tercatat mencapai 14,97 meter, memicu kekhawatiran akan dampak lebih luas.
Dalam pemantauannya, Diza mengungkapkan bahwa kecepatan aliran air Sungai Batanghari saat ini mencapai 3 knot, yang dapat memperparah banjir di beberapa titik. "Ketinggian air sudah mencapai 14,97 meter, dan kami terus memantau situasi ini. Kecepatan aliran yang tinggi juga menjadi perhatian, karena bisa memperburuk kondisi di lapangan," ujarnya.
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Kota Jambi telah mendirikan dapur umum dan tenda pengungsian di lokasi-lokasi rawan, termasuk Seberang Kota Jambi dan Kelurahan Penyengat Rendah. "Saat ini, dua tenda darurat sudah disiapkan di Penyengat Rendah, sementara dapur umum telah beroperasi di Seberang Kota Jambi untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak," jelas Diza.
Diza menegaskan bahwa pemantauan dan evaluasi akan terus dilakukan, termasuk melalui rapat koordinasi guna menentukan langkah selanjutnya. "Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, serta mengajak semua pihak untuk bersinergi menghadapi bencana ini," tambahnya.
Meski ketinggian Sungai Batanghari telah mencapai 14,97 meter, status banjir saat ini masih berada pada kategori siaga dua. Namun, Diza mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan potensi hujan lebat yang bisa memperburuk situasi.
Saat meninjau lokasi terdampak, Diza juga memastikan evakuasi telah dilakukan di beberapa area, termasuk di Danau Sipin, demi keselamatan warga. "Beberapa warga di Danau Sipin sudah dievakuasi, dan kami akan terus memantau perkembangan di lapangan," ungkapnya.
Selain itu, ia mengingatkan warga di daerah rawan banjir untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya lain, seperti risiko kelistrikan akibat genangan air serta kemunculan hewan melata. "Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, terutama terhadap bahaya arus listrik dan kemungkinan adanya hewan berbahaya akibat banjir," pungkasnya. (Red : Jeffry)