Primadona Wisata Lebaran 2025 Diprediksi Candi Borobudur dan Prambanan

 

astakajambi.com

astakajambi.com,.- Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menjelaskan bahwa libur Lebaran 2025 diharapkan menjadi titik balik dalam peningkatan jumlah wisatawan, yang memang sering terjadi setiap tahun. Untuk Candi Prambanan, Maya memperkirakan kenaikan kunjungan lebih dari 34 persen.

 PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, yang merupakan holding BUMN pada sektor aviasi dan pariwisata, memperkirakan bahwa destinasi wisata yang dikelolanya akan mengalami lonjakan kunjungan. Candi Prambanan dan Borobudur, dua situs ikonik di Indonesia, diperkirakan akan mencatatkan peningkatan signifikan pada libur Lebaran 2025. 

Prediksi serupa juga disampaikan untuk Candi Borobudur, yang diperkirakan akan mencatatkan kenaikan kunjungan sekitar 31 persen dibandingkan tahun 2024.

“Borobudur kita harapkan kenaikan 31% dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Maya mengungkapkan, pada libur Lebaran 2025, Candi Prambanan diproyeksikan dapat menarik 94.000 pengunjung, sementara Candi Borobudur diperkirakan akan mengundang 76.000 wisatawan. Selain itu, kunjungan ke destinasi lain seperti The Mandalika pada Maret 2025 diperkirakan akan mencapai 50.175 orang, dengan kenaikan sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Di lebaran ini kami sudah melakukan berbagai perbaikan di TMII, termasuk membuka food court, menambah fasilitas EV, serta menambah hiburan yang bisa dinikmati pengunjung,” kata Maya.

Maya berharap masyarakat dapat memanfaatkan libur panjang Lebaran untuk berwisata di dalam negeri. Menurutnya, lonjakan kunjungan wisatawan domestik dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.

“Libur Ramadan dan Lebaran ini merupakan momentum bagi sektor aviasi dan pariwisata. Kami ingin masyarakat tetap berwisata di Indonesia, sehingga peningkatan trafik domestik dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat,” pungkas Maya. Red:Jeff Sumber kutip garuda.tv

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama