![]() |
astakajambi.com |
Astakajambi.com,- Setelah sempat dihentikan akibat kecelakaan tongkang yang menabrak tiang fender Jembatan Tambesi, angkutan batu bara melalui Sungai Batanghari kini kembali beroperasi secara bertahap.
Keputusan ini diambil setelah dilakukan Uji Petik Lalu Lintas Kapal pada Minggu (2/2/2025), yang melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Pemerintah Provinsi Jambi, Perkumpulan Pengusaha Tambang Batubara (PPTB), Satgas Wasgakkum, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Ditpolairud Polda Jambi, BPJN Jambi, dan BPTD Kelas II Jambi.
Asisten II Setda Provinsi Jambi, Johansyah, menyampaikan bahwa PPTB telah memenuhi sejumlah persyaratan keselamatan yang ditetapkan. Di antaranya adalah pengadaan kapal asist dengan mesin 700 PK, penunjukan petugas pandu di jembatan, pemasangan rambu-rambu, serta komitmen untuk segera memperbaiki tiang fender yang rusak.
"Persyaratan teknis sudah dipenuhi, dan kami juga telah melakukan uji petik di lokasi. Pembukaan angkutan batu bara dilakukan secara bertahap, mengingat ada tongkang yang sudah terisi dan perlu segera diberangkatkan untuk menghindari risiko kebakaran," ujar Johansyah.
Meski jalur sungai kembali dibuka, perbaikan tiang fender Jembatan Tambesi tetap menjadi prioritas. Johansyah menegaskan bahwa pengerjaan perbaikan akan segera dilakukan setelah pertemuan lebih lanjut antara PPTB dan BPJN.
Namun, di tengah proses pembukaan ini, beberapa kapal tongkang batu bara sudah terlihat beroperasi di sekitar Mersam, Batanghari, pada Selasa (4/2/2025). Hal ini memicu kekhawatiran Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Ansori, yang menegaskan bahwa pengusaha batu bara harus mematuhi kesepakatan yang telah ditetapkan.
"Kami ingin memastikan bahwa semua pihak mematuhi aturan demi keselamatan bersama. Jika terus melanggar, izin usaha bisa dicabut. Pengusaha harus mengutamakan kepentingan masyarakat, bukan hanya keuntungan semata," tegas Ansori. (Red : Jeffry)